Kamis, 28 Juli 2011

Kick Andy Cari ‘Aremania Sejati'

Selasa, 26 Juli 2011 15:46
MALANG-Pameran foto yang digelar Pewarta Foto alias Fotografer Malang Raya di Perpustakaan Kota Malang sejak Senin (25/7) kemarin rupanya memberi efek positif. Salah satunya terkait obyek foto yang dipamerkan hingga Jumat (29/7) besok itu.
Satu foto hasil bidikan Habibie, fotografer Malang Post yang menunjukkan perjuangan seorang Aremania sejati telah menggugah banyak pihak. Lantaran Aremania itu datang tanpa kaki, memberi dukungan pada Arema di stadion Manahan Solo.
Tepatnya saat laga final Piala Indonesia tahun 2010 lalu, seorang Aremania yang menyandang cacat kaki, berjalan dengan tangan. Lengkap dengan atribut Aremania, si Aremania sejati ini ikut mensuport Arema yang kala itu menghadapi Sriwijaya FC.
“Ya, banyak yang terharu melihat foto ini. Beberapa orang yang melihatnya ingin mengetahui identitas orang ini dan ingin memberi bantuan untuknya,” ungkap Habibie mengaku tidak mengenal indentitas Aremania tersebut.
“Bahkan dari Yayasan Kick Andy juga menanyakan identitas orang ini dan ingin mengetahui sekarang dimana, karena Yayasan ini berencana untuk bantu memberi kaki palsu padanya,” sambung fotografer andalan Malang Post ini.
Sementara itu, secara terpisah salah satu pengurus atau pihak yang kenal dekat dengan pengurus Yayasan Kick Andy, Eko Cahyono membenarkan pihaknya tengah mencari identitas Aremania tanpa kaki itu.
“Kebetulan aku dekat sekali dengan Andy Noya dan gerakan kaki palsu, jadi siapa saja yang tidak punya kaki bis adapat kaki palsu gratis dan bisa jalan,” ungkap Eko Cahyono saat dikonfirmasi Malang Post, semalam.
Usai berkoordinasi dengan pihak Metro TV yang selama ini menaungi acara Kick Andy, Eko Cahyono pun memstikan Aremania sejati yang belum diketahui identitasnya tersebut bisa mengajukan kaki palsu.
“Metro sudah memberi jawaban, katanya bisa. Hanya tinggal mengurus surat persetujuan dan keterangan tidak mampu dari desa atau dari kelurahan,” yakin Eko Cahyono berharap Aremania yang dimaksudnya ini bisa segera menghubungi Malang Post.

PREVIEW: Indonesia Bidik Sejarah Ke Putaran Ketiga

Jajaran pelatih Indonesia mengantisipasi kejutan yang bakal diberikan Turkmenistan.


Hasil imbang 1-1 yang diperoleh pada leg pertama putaran kedua Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Olympic Ashgabat dianggap belum menjadi jaminan Indonesia bisa melewati hadangan Turkmenistan.

Jajaran pelatih timnas senior berulang kali mengingatkan para pemain agar tidak terlalu terlena dengan hasil tersebut. Pelatih Wim Rijsbergen pun mengatakan, Turkmenistan masih bisa memberikan kejutan di leg kedua nanti.

KONDISI TIM

Turkmenistan

Dalam pertandingan nanti, Turkmenistan dipastikan tidak diperkuat striker Vyacheslav Krendelev.

Pencetak gol ke gawang Ferry Rotinsulu pada leg pertama ini absen, karena harus memperkuat klubnya, Luch Energiya Vladivostok. Absennya Krendelev ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia.

Kendati demikian, Turkmenistan masih memiliki pemain dengan kualitas tidak kalah bagusnya. Pada leg pertama, Turkmenistan menurunkan Ruslan Mingazov sebagai pemain cadangan.

Keputusan inin diambil karena Mingazov baru dua hari bergabung dengan tim usai memperkuat Skonto Riga di kualifikasi Liga Champions. Pelatih Yazguly Hujageldiyev kemungkinan besar akan menjadikan Mingazov sebagai starter.

Secara keseluruhan, Turkmenistan tidak menghadapi kendala dengan kondisi fisik para pemainnya. Hujageldiyev menyatakan, para pemain telah siap tempur menghadapi tuan rumah.

Indonesia

Wim Rijsbergen menjalani debutnya dengan cukup baik bersama Indonesia usai menahan imbang Turkmenistan di Ashgabat. Ujian sesungguhnya akan diterima Rijsbergen pada pertandingan nanti, karena akan menentukan Indonesia lolos ke putaran ketiga.

Ditambah kendala fisik masih membayangi timnas Merah Putih. Striker Boaz Solossa mendapatkan cedera ringan pada tulang kering usai menghadapi Turkmenistan. Begitu juga dengan M Nasuha yang kepalanya terlihat dibebat perban saat mengikuti latihan.

Sisa waktu yang dimiliki dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran medis Indonesia. Para pemain pun dinyatakan sudah siap tempur menghadapi laga menentukan ini.

Indonesia akan menjadikan Cristian Gonzales sebagai striker tunggal dengan dukungan Boaz Solossa, Firman Utina, dan M Ilham. Skema permainan 4-2-3-1 ini berjalan bagus di Turkmenistan.

Indonesia menginginkan empat pemain berkarakter menyerang saat melakukan tekanan ke pertahanan Turkmenistan. Namun ketika mendapat serangan dari lawan, maka enam pemain sudah bersiap menghadapinya.

SEJARAH PERTEMUAN | Head-To-Head
Pra Piala Dunia
(U-23) Pra Olimpiade 2012
Babak Pertama Zona Asia
31 Maret 2004
Turkmenistan 3-1 Indonesia
(Vladimir Bayramov 10' 74', Begench Kuliev 35'; Budi Sudarsono 30')

17 November 2004
Indonesia 3-1 Turkmenistan
(Ilham Jaya 20' 47' 59'; Gurbangeldi Durdiyev 25')

23 Juli 2011
Turkmenistan 1-1 Indonesia

(
Vyacheslav Krendelev 12'; M ilham 30')
23 Februari 2011
Indonesia 1-3 Turkmenistan
(Titus Bonai 13'; Amanov Arslanmyrat 16', Boliyan Aleksandr 81', Vakhyt Orazsakhedov 86')

9 Maret 2011
Turkmenistan 1-0 Indonesia
(Ruslan Mingazov 25')

Stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

Wasit: Benjamin Williams (Australia)
Asisten wasit 1: Hakan Anaz (Australia)
Asisten wasit 2: Luke Brenan (Australia)
Wasit cadangan: Christopher Beath (Australia)

Kick-Off:

28 Juli 2011
19:00 WIB
(siaran langsung SCTV pukul 19:00 WIB)

Perkiraan cuaca:
 Cerah dan panas mencapai 33°C

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Indonesia (4-2-3-1)

Cristian Gonzales

Boaz Solossa - Firman Utina - M Ilham

Ahmad Bustomi - M.Ridwan

M. Nasuha - Ricardo Salampessy - M.Roby - Zulkifly Syukur

Ferry Rotinsulu
Turkmenistan (3-5-2)

Ruslan Mingazov - Arslanmurad Amanov
Guvanch Abylov - Mamedaly Karadanov - Bahtiyar Hojaahmedov - Nazar Choliyev - Myrat Hamrayev

David Sarkisov - Gochguly Gochgulyev - Maksim Belyh

Maksatmyrat Shamuradov

Perjalanan Panjang Menuju Brasil 2014

Pemenang babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 akan lolos ke putaran ketiga, yang terdiri dari 20 tim terbagi ke dalam lima grup. Juara dan runner-up dari masing-masing grup di babak ketiga akan lolos ke putaran keempat, sepuluh tim terbagi ke dalam dua grup. Juara dan runner-up Grup A dan Grup B di babak keempat lolos ke Brasil, dan masing-masing peringkat ketiga akan play-off untuk menentukan siapa yang menghadapi salah satu dari peringkat keempat zona Concacaf, peringkat kelima zona Conmebol, atau peringkat pertama zona OFC (ditentukan melalui undian untuk play-off dua leg).
Keseriusan Indonesia dan Turkmenistan menghadapi laga leg kedua langsung dilakukan sejak Senin (25/7) lalu. Kedua tim segera menggelar latihan untuk mencari formula tepat di pertandingan menentukan ini.

Indonesia mencoba menerapkan permainan umpan pendek guna meredam keunggulan fisik pemain lawan. Sedangkan Turkmenistan belum memperlihatkan indikasi adanya perubahan gaya permainan. Namun bermain di kandang lawan, Turkmenistan berusaha mencuri gol untuk memberikan tekanan kepada tim tuan rumah.

Kondisi lapangan yang lebih baik dibandingkan di leg pertama juga akan memberi warna di pertandingan ini. Baik Indonesia maupun Turkmenistan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka tanpa mendapatkan kendala.

Jika lolos dari hadangan Turkmenistan, maka Indonesia akan menciptakan sejarah berlaga di fase grup menghadapi langganan putaran final Pra Piala Dunia zona Asia. Pada Pra Piala Dunia 2010, hanya dua negara ASEAN saja yang berlaga di putaran ketiga, yakni Thailand dan Singapura.

"Dengan kondisi lapangan yang bagus, kami bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Kami juga tidak gentar dengan dukungan tuan rumah. Kami akan menganggap seperti bertanding di Piala Dunia."
Yazguly Hojageldiyev, pelatih Turkmenistan
Yazguly Hojageldiyev

Rahmad Darmawan"Kami meminta pemain agar mau dan lebih berani melakukan umpan-umpan pendek, karena itu akan bisa meredam permainan Turkmenistan. Kondisi lapangan yang lebih baik dibandingkan di leg pertama membuat kami akan bisa menerapkan taktik itu."
Rahmad Darmawan, asisten pelatih Indonesia

Senin, 25 Juli 2011

DAFTAR JUARA: Juarai Copa America 2011, Uruguay Catat Rekor


Uruguay menjadi negara dengan koleksi gelar Copa America terbanyak di Amerika Selatan.

Copa America: La celebración de Uruguay campeón 2011
Kesuksesan menundukkan Paraguay 3-0 di final Copa America 2011 menjadikan Uruguay sebagai tim terbaik di Amerika Selatan saat ini.

Tak hanya itu saja, Uruguay juga menjadi tim nasional dengan koleksi gelar juara terbanyak di ajang Copa America, dengan 15 gelar.

Sebelumnya koleksi gelar Uruguay menyamai perolehan tuan rumah Copa America 2011, Argentina, yaitu dengan 14 trofi juara.
Ada pun Uruguay terakhir kali memenangi Copa America di tahun 1995.

Daftar Juara:
1916 - Uruguay
1917 - Uruguay
1919 - Brasil
1920 - Uruguay
1921 - Argentina
1922 - Brasil
1923 - Uruguay
1924 - Uruguay
1925 - Argentina
1926 - Uruguay
1927 - Argentina
1929 - Argentina
1935 - Uruguay
1937 - Argentina
1939 - Peru
1941 - Argentina
1942 - Uruguay
1945 - Argentina
1946 - Argentina
1947 - Argentina
1949 - Brasil
1953 - Paraguay
1955 - Argentina
1956 - Uruguay
1957 - Argentina
1959 - Argentina & Uruguay
1963 - Bolivia
1967 - Uruguay
1975 - Peru

1979 - Paraguay
1983 - Uruguay
1987 - Uruguay
1989 - Brasil
1991 - Argentina
1993 - Argentina 
1995 - Uruguay
1997-Brasil
1999 - Brasil
2001 - Kolombia
2004 - Brasil
2007 - Brasil
2011 - Uruguay

Distribusi Juara:
15 Uruguay
14 Argentina
8 Brasil
2 Paraguay, Peru
1 Bolivia, Kolombia



Minggu, 24 Juli 2011

Laga Kedua Indonesia-Turkmenistan Dipimpin Wasit Kontroversial Asal Australia


Ben Williams akan menjadi juru adil untuk laga Indonesia melawan Turkmenistan di Jakarta, Kamis (28/7) nanti.



Wasit kontroversial asal Australia, Benjamin Williams, akan menjadi pemimpin pertandingan laga kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia antara tuan rumah Indonesia dan Turkmenistan di Jakarta, Kamis (28/7) mendatang.

Pada laga pertama, skuad Garuda berhasil memetik hasil lumayan 1-1 di Ashgabat sehingga minimal dengan skor imbang tanpa gol akan mengantarkan mereka lolos ke babak selanjutnya.



Dalam laman resminya, FIFA telah mengumumkan susunan perangkat pertandingan yang akan memimpin laga tersebut. Semuanya berasal dari Australia dan Williams menjadi wasit utama. Selain Williams, ada pula Hakan Anaz dan Luke Brennan sebagai asisten wasit satu dan dua serta Christoper Beath sebagai ofisial keempat.

Williams pernah memicu kecaman pedas dari pelatih Malaysia Krishnasamy Rajagopal setelah mencabut tiga kartu merah untuk tiga pemainnya pada pertandingan Asian Games 2010 melawan tuan rumah Cina.

Saat itu, Cina membutuhkan kemenangan di laga terakhir Grup A untuk melaju ke babak 16 besar. Cina mengumpulkan tiga poin setelah dikalahkan Jepang 3-0 serta menang 2-1 atas Kyrgyzstan. Menghadapi Malaysia di laga terakhir, Cina mendapat keuntungan karena lawan bermain dengan delapan orang.

Dua pemain Malaysia dikeluarkan sekaligus Williams pada menit ke-25. Mahali Jasuli menerimanya setelah melakukan sebuah pelanggaran dan menyusul kapten Safiq Rahim karena melancarkan protes kepadanya. Subramaniam Sumindram menyusul keduanya 
setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-25


"Tak pernah saya saksikan wasit seperti itu sebelumnya. Saya kira ada yang salah dengannya dan dia perlu mengecek kesehatan," kecam Rajagopal usai pertandingan.

Safiq juga mempertanyakan kartu merahnya.

"Sebagai kapten saya ingin menanyakan kenapa rekan saya dikartumerah, tapi dia langsung mencabut kartu merah," imbuh sang gelandang.

Kontan saja publik Malaysia mengecam kepemimpinan Williams usai pertandingan. Penggemar sepakbola jiran melontarkan hujatan melalui berbagai saluran jejaring sosial, seperti blog maupun Facebook. Perhatian juga datang dari media Australia karena Williams dipandang sebagai wasit terbaik produksi kompetisi kebanggaan mereka, A-League.

Williams, 34 tahun, memperoleh lisensi wasit FIFA pada 2005 dan pernah bertugas di Piala Dunia Antarklub 2010 serta Piala Asia 2011. Pria kelahiran Canberra ini juga menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Wasit Elit AFC.

Indonesia pernah diwasiti Williams dalam pertandingan pra-Olimpiade 2008 ketika dikalahkan tuan rumah Vietnam 2-1, 6 Juni 2007 lalu. 

Indonesia Sukses Tahan Turkmenistan

Hasil imbang ini membuat peluang Indonesia untuk lolos ke putaran tiga terbuka.

Timnas Indonesia (WSG/www.affsuzukicup.com)
Peluang Indonesia untuk lolos ke putaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia terbuka setelah sukses menahan imbang tuan rumah Turkmenistan 1-1 di Stadion Olympic Ashgabat, Sabtu (23/7) malam WIB.

Hasil itu membuat langkah Indonesia dalam pertandingan leg kedua putaran kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (28/7), lebih ringan. Hasil imbang tanpa gol sudah cukup untuk meloloskan tim Merah Putih ke putaran tiga
Dalam pertandingan ini, pelatih Wim Rijsbergen menduetkan Cristian Gonzales dengan Boaz Solossa. Laga berlangsung di atas lapangan yang tidak bagus.

Turkmenistan yang tampil di hadapan pendukungnya mengambil insiatif menyerang. Laga berjalan tiga menit, Turkmenistan mendapat peluang melalui Dovran Allanazarov. Tapi tendangan bebas Allanazarov mampu diblok kiper Ferry Rotinsulu.

Namun, Ferry kali ini gagal mengantisipasi bola mati Turkmenistan. Tendangan bebas Vyacheslav Krendelev pada menit ke-12 berhasil menjebol gawang Ferry, sehingga tuan rumah unggul lebih dulu.

Tertinggal satu gol membuat Indonesia bangkit, dan berusaha menyamakan kedudukan. Serangan yang dibangun tim Garuda beberapa kali mengancam barisan pertahanan lawan, tapi tidak membuahkan gol.

Upaya Indonesia akhirnya tercapai setelah laga berlangsung setengah jam. Kemelut di depan gawang Maksatmyrat Shamuradov berhasil dimanfaatkan M Ilham ketika tendangan kerasnya mengubah papan skor menjadi 1-1.

Skor imbang ini membuat tensi pertandingan semakin meningkatkan. Baik Turkmenistan maupun Indonesia silih berganti melakukan serangan. Tapi hingga babak pertama berakhir, kedudukan 1-1 tidak mengalami perubahan.

Di babak kedua, permainan Indonesia lebih baik dibandingkan tuan rumah, sehingga dapat menghadirkan ancaman. Namun, laga babak kedua berlangsung keras. Wasit pun harus mengeluarkan enam kartu kuning, dan satu merah.

Peluang diperoleh Gonzales pada menit ke-50. Sayangnya, striker Persib Bandung ini terlambat menyambut umpan Boaz di depan gawang Shamuradov. Selang enam menit kemudian, giliran Boaz yang memperoleh peluang. Tapi tendangannya bisa ditepis Shamuradov.

Selepas itu, permainan mulai menjurus keras. Turkmenistan pun harus kehilangan satu pemain di menit ke-76 ketika Artur Gevorkyan diusir keluar lapangan. Namun, keunggulan jumlah pemain tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia.

Menjelang pertandingan berakhir, Turkmenistan nyaris saja menjebol gawang Indonesia. Beruntung tandukan Aleksander Boliyan masih melebar tipis dari gawang Ferry. Hingga wasit asal Iran Mohsen Torky meniup pluit panjang, skor 1-1 tetap bertahan.
SUMBER:http://goal.com/

Sabtu, 23 Juli 2011

PREVIEW: Turkmenistan Sudah Menatap Babak Berikutnya, Indonesia Akan Tampil Ofensif

Indonesia harus mewaspadai keunggulan postur dan kecepatan serangan Turkmenistan lewat sayap.

Turkmenistan
Dilihat dari ranking FIFA per 29 Juni 2011, Indonesia memang sedikit unggul atas Turkmenistan. Indonesia menempati peringkat 132, sementara Turkmenistan bertengger di posisi 143.

Namun, ranking FIFA tersebut tidak ada artinya saat kedua tim bertemu di Ashgabat, Sabtu (23/7), untuk duel leg pertama Pra Piala Dunia 2014 babak kedua zona AFC. Pasalnya, Turkmenistan menunjukkan grafik performa yang meningkat di level internasional. Negara pecahan Uni Soviet tersebut semakin diperhitungkan sejak menjadi anggota FIFA pada 1992.
Jelang pertandingan menghadapi Indonesia, The Green Man memilih Belarusia sebagai pusat latihan selama seminggu. Di sana, tim asuhan Yazguly Hojageldiyev ini memainkan tiga pertandingan ujicoba, tapi harus mengakui keunggulan Belarusia U-21 dan FC Torpedo-BelAZ Zhodino dengan skor identik 1-0, kemudian pada ujicoba terakhir menelan kekalahan dari klub setempat, FC Naftan, dengan skor 2-1.

Sebaliknya, Indonesia tidak memainkan satupun ujicoba dalam rangka persiapan menghadapi partai penting ini. Buruknya persiapan ini merupakan salah satu efek dari kisruh yang melanda kepengurusan pusat PSSI selama beberapa bulan terakhir. Situasi ini merusak persiapan timnas menghadapi dua laga kualifikasi Piala Dunia.

Bermodal stamina dan waktu persiapan yang lebih matang, para pemain Turkmenistan akan memanfaatkan keunggulan postur tubuh dengan memainkan bola atas. Umpan-umpan lambung ke jantung pertahanan dapat merepotkan Merah-Putih.


"Tim ini punya target lolos ke tahap berikutnya dan para pemain juga bertekad merealisasikan itu. Kami memiliki ambisi besar, dan Indonesia adalah langkah awal."
Yazguly Hojageldiyev, pelatih Turkmenistan
Yazguly Hojageldiyev

Rahmad Darmawan"Kami sudah sepakat mengenai strategi dan skema apa yang akan kita mainkan di sana. Saya di sini juga ingin membangun psikologi, mental dan motivasi pemain. Selain itu, saya juga yakin Turkmenistan akan memaksimalkan speed dan power saat menghadapi kami."
Rahmad Darmawan, asisten pelatih Indonesia



KONDISI TIM

Turkmenistan
Skuad besutan Hojageldiyev telah melakukan persiapan secara optimal. Pemantapan latihan di Belarusia dijadikan langkah untuk menambah pengalaman bagi pemain-pemain muda Turkmenistan.

Indonesia harus mewaspadai striker Berdy Shamuradov, topskor Ýokary Liga sebanyak enam kali, serta dua pemain Turkmenistan yang membela klub asing, gelandang Ruslan Mingazov dan striker Artur Gevorgyan.

TURKMENISTAN
Turkmenistan 
Kemerdekaan
27 Oktober 1991 (pecahan Uni Soviet)
Jumlah penduduk
4.997.503 (estimasi Juli 2011)
Kepala negaraPresiden Gurbanguly Berdimuhamedow
Ibu kotaAshgabat (637.000 penduduk)
Luas488,100 km2
BahasaTurkmen 72%, Rusia 12%, Uzbek 9%, lain-lain 7%
KursManat (TMT)
PDB
US $36,9 miliar (US $7.500 per kapita)
AgamaMuslim 89%, lain-lain 11%
IndustriGas alam, minyak, minyak bumi, tekstil
Negara tetanggaIran, Afganistan, Uzbekistan, Kazakhstan
 SEPAKBOLA
Turkmenistan
Julukan timnasThe Green Man
Divisi utama
Ýokary Liga (terdiri dari sepuluh klub)
Jumlah pemain terdaftar di FIFA
1.415
Ranking FIFA
143 (ke-23 di AFC per 29 Juni 2011)
Ruslan baru bergabung dua hari lalu setelah memperkuat juara Latvia FC Skonto yang tersingkir dari babak kedua kualifikasi Liga Champions 2011/12. Sedangkan Artur baru saja tiba dari Nasaf Qarshi, klub papan atas Uzbekistan yang lolos ke delapan besar Piala AFC seperti Persipura.

Dari 24 pemain yang didaftarkan, tidak satupun mengalami cedera alias dalam kondisi 100 persen fit.

Bahkan, enam pemain merupakan lulusan timnas U-23 yang mengakhiri kiprah Indonesia U-23 di Pra Olimpiade 2012. Mereka adalah Serdar Annaorazov, Shohrat Soyunov, Ahmet Atayev, Arslanmurat Amanov, Alexander Boliyan dan Ruslan Minganov. Hal lain yang perlu dicatat adalah Ruslan merupakan satu-satunya pencetak gol Turkmenistan melalui tendangan bebas di leg kedua Pra Olimpiade, 9 Maret lalu. Gol tersebut memastikan Indonesia tersingkir dengan kekalahan agregat 4-1.

Indonesia
Sejak menggantikan posisi Alfred Riedl, pelatih Wim Rijsbergen sudah mempersiapkan tim secara intensif dalam tempo sepekan. Namun, PSSI mengakui persiapan timnas memang kurang maksimal. Akibatnya, dua pemain gagal berangkat. Paspor milik Tony Sucipto dan Wahyu Wijiastanto tidak dapat disiapkan sehingga urusan visa tidak mungkin terkejar. Meski demikian, untuk posisi pemain belakang bisa ditutup dengan Gunawan Dwi Cahyo yang menggantikan posisi Wahyu.

Selain kendala identitas tersebut, Irfan Bachdim tidak jadi diberangkatkan karena mengalami cedera pangkal paha, sehingga 18 pemain yang diberangkatkan adalah Ferry Rotinsulu dan Markus Haris Maulana untuk posisi penjaga gawang. Untuk pemain belakang ada Zulkifly Syukur, Supardi, M. Nasuha, M. Roby, Ricardo Salampessy dan Gunawan Dwi Cahyo. Pemain tengah diperebutkan Ahmad Bustomi, Eka Ramdani, Firman Utina, M. Ridwan, Arif Suyono, Oktovianus Maniani, dan M. Ilham. Pemain terbaik Indonesia Boaz Salossa didukung Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales di lini depan.

Penerbangan jauh pun harus ditempuh timnas pada Rabu lalu. Beruntung, pesawat carter yang disiapkan PSSI mampu mencukur waktu perjalanan menjadi kurang lebih 18 jam. Meski demikian, para pemain pasti dalam kondisi lelah dengan stamina yang terkuras, ditambah lagi harus beradaptasi dengan cuaca Ashgabat yang lebih panas ketimbang Jakarta. Rahmad Darmawan pun mengakui, kondisi pemain bermasalah.

Tidak berarti kekuatan Turkmenistan jauh melebihi anak-anak Merah-Putih. Indonesia secara individu tidak kalah kualitas, ditambah pengalaman bersama ketika melakoni Piala AFF 2010 lalu.

SEJARAH PERTEMUAN | Head-To-Head
Pra Piala Dunia 2006
Grup 8 Zona AFC

(U-23) Pra Olimpiade 2012
Babak Pertama Zona Asia
31 Maret 2004
Turkmenistan 3-1 Indonesia
(Vladimir Bayramov 10' 74', Begench Kuliev 35'; Budi Sudarsono 30')

17 November 2004
Indonesia 3-1 Turkmenistan
(Ilham Jaya 20' 47' 59'; Gurbangeldi Durdiyev 25')
23 Februari 2011
Indonesia 1-3 Turkmenistan
(Titus Bonai 13'; Amanov Arslanmyrat 16', Boliyan Aleksandr 81', Vakhyt Orazsakhedov 86')

9 Maret 2011
Turkmenistan 1-0 Indonesia
(Ruslan Mingazov 25')

    Stadion: Olympic Stadium, Ashgabat

    Wasit: Torky Mohsen (Iran)
    Asisten wasit 1: Kamranifar Hassan (Iran)
    Asisten wasit 2: Abolfazli Mohammadreza (Iran)
    Wasit cadangan: Mombini Hediyat (Iran)

    Kick-Off:

    23 Juli 2011
    19:00 waktu setempat atau 21:00 WIB
    (siaran langsung RCTI mulai pukul 20:30 WIB)

    Perkiraan cuaca:
     Cerah dan panas mencapai 40°C



    sumber:goal.com

    M.Ridhuan Prioritaskan Arema

    Seandainya konflik di tubuh Arema saat ini tidak ada,mungkin komposisi pemain sudah hampir bisa ditentukan apabila management dirubah



    Ridulan menyatakan apabila management berubah,ia tetap memprioritaskan arema,Ridhuan mengatakan ia masih ingin bermain di arema musim depan.''Saya ingin bermain di arema lagi musim depan,karena saya sudah merasa nyaman berada di sini,''jelas mantan pemain Tampines Rovers tersebut.

    Namun,Ridhuan menginginkan perubahan yang lebih baik dari management sebagai syarat agar ia bertahan di Arema musim depan.

    ''Ya bukan harus lebih baik,tapi wajib lebih baik musim depan,'' ujar rekan senegara Noh Alam Shah ini,

    Pernyataan ridhuan ini mengikuti penyataan squad arema yang lain.Pemain-pemain yang menyatakan ingin bertahan adalah Ahmad Bustomi,Benny Wahyudi,Leonard tupamahu dan Noh Alam Shah